Ceritanya, sekitar dua minggu lalu aku jalan-jalan ke Gramedia. Awalnya sih sama sekali nggak ada niat buat beli buku, karena aku ke situ sebenernya cuma nunggu film di bioskop diputer. Hehe. Tapi pas aku jalan di bagian novel remaja, ada satu buku yang menarik perhatian. Orang bilang, ‘Don't judge a book by its cover,’’ oke, aku tau itu cuma ungkapan, tapi nyatanya, kita semua melakukannya.
![]() |
| Waktu Aku Sama Mika |
‘Sugar.. Tau gak, kamu tuh ngingetin aku sama anak-anak di buku Torey Hayden..’’
’’
‘‘Bukan.. Tapi karena kamu spesial.’’
Terus di bagian cover belakang, ada kutipan..
Bima bilang, aku pasti tolol kalau mau berpacaran dengan Mika. Ia bilang, Mika itu aneh dan bukan orang yang pantas untuk dipacari. Bima bilang itu karena Mika sakit AIDS.
Aku bertanya pada Mika, "Apa AIDS membuatmu berhenti tertawa ketika kamu menonton film Mr. Bean? Mika jawab, "Tidak."
Apa AIDS membuatmu berhenti merasa bahwa cokelat M&M'S adalah yang paling enak?" Mika jawab, "Tidak."
"Apa AIDS membuatmu berhenti berpikir bahwa Tuhan itu ada?" Mika jawab, "Tidak."
Lalu aku putuskan untuk berhenti bertanya. Karena aku segera yakin bahwa Bima itu salah. Tidak mungkin seseorang yang tertawa ketika menonton Mr. Bean, menyukai cokelat M&M'S dan percaya pada Tuhan itu tidak pantas untuk dipacari, kan?
Biar nggak jadi spoiler, aku nggak akan cerita banyak tentang buku ini. Yang jelas, buku ini berisi kumpulan tulisan penulisnya, yang mengalami kelainan bentuk pada tulang belakang, dan mengisahkan kebersamaannya dengan Mika.
Bahkan hal sesederhana tanya-jawab tentang makanan kesukaan, bisa keliatan romantis..
‘Sugar, apa makanan kesukaan kamu?’’
‘PIZAA!! Kalau kamu apa, Mika?’’
‘Aku suka pinggiran pizza yang enggak kamu makan, Sugar..’’
Terus dibagian bawahnya ada gambar potongan pizza..
Mika juga ngajarin kita kalo..
kesalahan
kesalahan
kesalahan
----------- +
pengalaman
Ah, sebenernya aku pengen ngutip banyak, tapi, sekali lagi, aku nggak mau jadi spoiler.
Waktu Aku Sama Mika punya 145 halaman. Ditulis dengan font menarik, buku ini jadi keliatan nggak membosankan. Belum lagi gambar-gambar yang nyelip di beberapa halaman.
Aku baca buku ini dengan perasaan kalem. Emang aku berniat buat nulis referensi buku ini, cuma belum sempet aja. Tapi makin niat aja pas sekitar seminggu lalu Indi (kebetulan lagi bikin first giveaway), penulis novel ini, komen di salah satu postinganku. Aku tau dunia ini sempit, tapi aku nggak tau kalo sesempit ini..
Buat kamu yang lagi galau tapi tetep pengen senyum karena cinta, buku ini mungkin bisa jadi jawabannya. Ceritanya manis. Justru bahasanya yang lugas yang bikin arti cinta sendiri sebenernya deket sama kita.
Waktu Aku Sama Mika punya 145 halaman. Ditulis dengan font menarik, buku ini jadi keliatan nggak membosankan. Belum lagi gambar-gambar yang nyelip di beberapa halaman.
Aku baca buku ini dengan perasaan kalem. Emang aku berniat buat nulis referensi buku ini, cuma belum sempet aja. Tapi makin niat aja pas sekitar seminggu lalu Indi (kebetulan lagi bikin first giveaway), penulis novel ini, komen di salah satu postinganku. Aku tau dunia ini sempit, tapi aku nggak tau kalo sesempit ini..
Buat kamu yang lagi galau tapi tetep pengen senyum karena cinta, buku ini mungkin bisa jadi jawabannya. Ceritanya manis. Justru bahasanya yang lugas yang bikin arti cinta sendiri sebenernya deket sama kita.

Hmmm...menarik, nanti kalo gua balik Indo, gua beli deh, hehehe
ReplyDeletebolehkah aku meminjam nya :D
ReplyDeleteBoleh, Lak :D
ReplyDeletepengen baca bukunya, tapi pas tiap kali gw cek ke toko buku malah ga ada mulu. :(
ReplyDeletebtw semoga menang yaaah.... :)
Ulasannya juga manis :)
ReplyDeleteSalam kenal