Kalo kalian sering mengikuti perkembangan Indonesia lewat surat kabar maupun TV, harusnya kalian tau pemberitaan tentang UGM baru-baru ini. Atau seenggaknya, kalian tau kalo UGM adalah singkatan dari Universitas Gadjah Mada.
"VOKASI GALAU". Salah satu spanduk menempel di tembok gedung rektorat. Selama seminggu terakhir, para mahasiswa vokasi (D3) melakukan demo di depan gedung pusat UGM tersebut. Mereka menuntut adanya program ekstensi swadaya atau alih jalur, agar mereka bisa melanjutkan studi lulus program D3.
Bukannya sok ngerti atau apa, tapi saya dan seorang temen mempertanyakan: sebenernya mereka ngerti nggak sih apa yang mereka tuntut? Pertama, pihak rektorat nggak bisa gitu aja memutuskan. Jelas pemberlakuan program ekstensi harus didasarkan pada ketentuan yang berlaku. Kedua, mereka memilih sekolah vokasi pastinya udah dengan pikir panjang. Harusnya mereka tau dan mau menerima konsekuensi kalo UGM emang nggak ngadain program ekstensi seperti beberapa universitas lain.
Tapi setelah dilihat lebih lanjut, ternyata mereka nggak ngasal. Tuntutan mereka adalah agar UGM membuka kembali program ekstensi swadaya. Ya, UGM dulu pernah membuka program ekstensi, tapi entah kenapa kemudian ditutup. Jelas ada bedanya dong antara membuka dan membuka kembali. Silakan telusuri sendiri, saya males nulis beginian kalo bukan tugas dari dosen.
Yang jelas, saya mendukung usaha rekan-rekan saya. Mereka ingin supaya studi mereka tidak dibatasi, mereka ingin kejelasan kelanjutan studi yang saat ini dirasa 'mengambang'. Masak iya UGM rela mahasiswanya kelak kluntang-kluntung? :)
No comments:
Post a Comment