Awalnya aku kira kami bakal ketemu sama seorang filateli biasa yang kebetulan kerja sebagai PR & Marketing di House of Balcony, tapi dia pasti lebih dari biasa untuk bisa masuk di blog ini.
Percakapan awal sih emang ngomongin seputar filatelis itu apa, kerjaannya ngapain aja, perkumpulannya namanya apa, gitu-gitu deh. Eh, lama-kelamaan, setelah semua pertanyaan tentang filateli abis, kami ngobrol sampe ke mana-mana. Mas Uul cerita soal pengalamannya keliling ke negeri orang, hobi lainnya selain ngumpulin prangko, sampe cerita gimana pemerintah Malaysia bayar mahal orang Pekalongan untuk membatik dan menetap di Malaysia.
Setelah ngabisin dua botol Freshtea sambil nahan pipis, dari food court Ambarukmo Plaza kami pindah ke House of Balcony, tempat Mas Uul kerja. Yang namanya orang udik yah, sekalinya masuk tempat elit ya langsung check-in di Foursquare "I'm @ House of Balcony". Fiuh...
Di sini kami udah nggak ngomongin soal filateli sama sekali. Mas Uul lebih cerita tentang pengalamannya sebagai seorang PR. Kerjaannya ngapain, gimana, dsb. Cukup mampu memunculkan ekspresi nganga.
"Eh, ngomong-ngomong, ini ice tea-nya gimana, Mas? Hehe...," tanya Rara setelah sadar bahwa kami kelamaan ngobrol.
"Udah, nggak usah. Kalo kalian mau bayar, ini harga satunya 25 ribu," jawab Mas Uul sambil masang muka bercanda.
"Hahahaha. Ya kali...."
Dan kami pun pamit pulang.
No comments:
Post a Comment