Friday, May 11, 2012

Hari ini jadwal agak rame. Harusnya sih ada empat acara: 1) Pemutaran film & pembahasan struktur organisasi Kine Komunikasi UGM 2) Kumpul KMK FISIPOL UGM 3) Rapat konser PSM UGM 4) Seger-segeran Faperta UGM (bintang tamunya Batiga loh) (yang ini enggak penting banget sih). Dari segitu, yang kelakon cuma 1) sama 3). Cerita yang nomor 1 aja yak. Paling ajojing.

Jam 9.30 udah dandan rapih ke kampus, eh pas sampe sana baru ada dua orang. Padahal undangan jam 9. Coba tebak mulainya jam berapa..... 11. *tiduran di selasar lantai 2*

Pemutaran film jadi agenda paling penting of the day. Kenapa? Karena salah satu film yang bakal diputer adalah film pendek produksi kami sendiri! Yay! Sebenernya ceritanya panjang banget sih tentang produksi film ini, tapi karena kalian memaksa..... Here I tell you...

Kala itu kalender menunjukkan tanggal 30 Maret 2012. Tolong diinget-inget ya tanggalnya. 30 Maret 2012. Kami, seluruh kru dan awak produksi, kumpul di salah satu sudut kampus. Seperti biasa, menit-menit waktu kami terbuang untuk nunggu Bang Ucok bangun, Resti mandi, dan lain sebagainya. Bahkan aktor utama kami datang lebih awal daripada si sutradara. Btw, di produksi kali ini saya jadi talent manager.

Sebelum lanjut ke kisah berikutnya, ada baiknya saya jelasin dikit job desk-nya talent manager. Jadi nih, kalo di film-film layar lebar, talent manager kerjaannya ya cari pemain. Caranya? Casting. Kan banyak tuh yang daftar buat jadi pemeran utamanya, tinggal pilih deh. Beres. Nah, kalo di film pendek ber-budget rendah gini, kerjaannya masih sama, yang beda caranya. Kami masih pake casting kok. Tapi pesertanya cuma dua, dan mereka adalah orang-orang yang saya 'mintai tolong'. Saya berhasil 'minta tolong' ke Heru dan Berto. Alhasil, setelah mengadakan casting sama sutradara dan asisten sutradara (astrada), terpilihlah Berto. Welcome to the club, Bang Onta! 

Lanjut. Kami ambil tiga hari untuk syuting; 30 Maret sampe 1 April 2012. Lokasi syuting kebetulan masih di Jogja, belum sampe luar negri yah. Hari 1: basement kampus dan Bukit Teletubbies (beneran ada di daerah Piyungan). Hari 2: Jl. Gejayan (depan Moviebox) dan Plengkung Gading. Hari 3: Malioboro dan Plengkung Gading (lagi).

Astaga babi... Baru penjelasan aja udah panjang banget ya. Oleh karena itu, alangkah baiknya kalo kita lompati aja bagian teknisnya, lalu merambat ke pesan dan kesan.

Film pendek kami yang berjudul Bumi ini adalah proyek dari temen-temen Arsitektur UGM. Mereka mau ngadain pameran dan film ini rencananya dijadiin opening movie-nya. Meskipun ada sedikit intrik sama mereka, tapi kami tetep bikin film dengan perasaan bahagia, seolah-olah untuk inilah kami diciptakan.

Emang nggak gampang dan selalu aja ada kendala, tapi jujur.....menyenangkan. Terima kasih atas kerjasamanya: 1) Mas Catra Wardhana, sutradara muda yang hebat. Mau mendengar dan angkat-angkat kursi sendirian. Krativitas tinggi, meski kadang agak kurang terkontrol kalo udah nyampe lokasi syuting. Saya nggak kaget kalo beberapa taun lagi dia jadi sutradara beneran. 2) Mbak Novi, astrada yang sabar super emak. Mau jawab semua pertanyaan awak produksi yang kadang nggak kenal waktu. 3) Mbak Danas, Director of Photography (DoP), yang sekaligus menjadi editor. 4) Bang Ucok, sound-man alias bukan siapa-siapa. Terkhusus untukmu, maturnuwun sanget. Mbiyen pengen dadi pembalap kan? Tak bantu merealisasikan. *emoticon peluk* 5) Segenap kru yang bertugas. Keplok-keplok sik! *gayane Catra*

Akhir kata, saya sebagai talent manager terutama mengucapkan terima kasih kepada semua pemain: Bang Berto, Kak Alia, Dion (anak Pak Kos). Mohon maaf lho ya belum bisa jadi manajer yang baik :')

Mukanya Berto dibikin rusak

Mirip Russel di film Up yak?

Behind the scene

All crew!

5 comments:

  1. mana videonya???? Hahahaha...

    ReplyDelete
  2. jadi inget jaman dulu pas sekolah Brodcast,bikin film dari naskah awal,nyari talent,gotong camera & tripod,editing dll
    seru banget tapi sangat melelahkan :(

    ReplyDelete
  3. serruuu bnget,pastinya y...^^
    jdi pengen jga

    ReplyDelete