Super capek setelah jalan kaki dari shelter TJ Panti Rapih ke kos. Udah gitu, ditambah lagi gendong tas yang super berat. Tadi sih ada becak, tapi maunya dibayar 20ribu.
"Mahal amat, Pak. 10 deh."
"20, Mbak. Itu kan jalannya naik."
"Ya udah deh, Pak. Nggak jadi."
Di skenario, harusnya si Bapak akhirnya manggil, "Ya udah, Mbak. 10 aja." Kebetulan kali ini nggak berjalan sesuai skenario.
Secapek apapun, dibela-belain nih nulis. Menjawab pertanyaan kemaren "apa itu Java Summer Camp?"
*draft asli cuma sepanjang ini*
Java Summer Camp (JSC) adalah international camp yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Dimas Diajeng Sleman. Karena judulnya aja udah "international camp", jadi ya pesertanya nggak cuma dari Indonesia aja. Ada yang dari Thailand, Timor Leste, Australia, Vietnam, dan lain sebagainya.
Semua peserta yang berasal dari luar negeri mayoritas adalah mahasiswa yang kuliah di Indonesia dan hampir lancar berbahasa Indonesia. Kemaren sempet ngobrol sama Yung, peserta asal Thailand yang kuliah di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro. Rada campur-campur bahasa Inggris sih.
"Sejak kapan di Indonesia?"
"Sudah 6 bulan."
"Wow. Dan sekarang sudah bisa bahasa Indonesia?"
"Iya. Hehe.."
"Kenapa Belajar Ilmu Budaya?"
"Emm..."
"???"
"....."
"Memang suka sama budaya Indonesia gitu?"
"Iya. Hehe.."
Well, aku nggak akan ngomong sebangsa "nah, ini bule aja tertarik sama budaya kita, masak kita enggak?!" atau cing semacemnya. Intinya adalah: GUE NGOBROL SAMA BULE DAN GUE NORAK!
Berhubung yang ngadain Dinbudpar, nggak aneh kalo acaranya penuh kebudayaan. Di antara semua kebudayaan luar yang kemaren dipertontonkan, yang paling berkesan ya tarian Vietnam yang lagunya cuma "awe puke, awe puke, awe puke" teruuuusss sampe nggak tau kapan tariannya selese. Secara keseluruhan, JSC dikemas dengan sangat menyenangkan (kecuali kalo kalian adalah orang-orang yang suka tinggal di dalam goa). Di sana, kami berkenalan dengan banyak orang dan melakukan banyak kegiatan. Rundown acara bisa dilihat di blognya JSC [yang nggak keurus] di sini.
Satu-satunya yang agak nggak ngenakin di JSC adalah kamar mandinya Rama Shinta Camping Ground; sempit, kotor, dan airnya bau. Sebenernya aku bukan orang yang jijikan, tapi waktu itu aku nggak dikondisikan untuk berada di tempat kotor. Ah. Yo ngono lah pokoke.
Wah, sebenernya ada banyak banget yang pengen diceritain nih. Ya iyalah, 3hari 2malem sama hal-hal baru. Hmm....tapi mendingan upload gambar kali yak? Kan katanya sebuah gambar mampu mewakili seribu kata-kata.
| Exchange gift I brought |
| Culture Night |
| Sendratari Ramayana |
| Padahal dari kejauhan panitia udah manggil pake toa |
| Workshop & training batik jumputan |
| "Aku pura-pura motret, ntar kamu foto ya!" |
| Bukti bahwa kami tidur di tenda |
| Siap-siap kunjungan ke 5 lokasi |
| Yasin a.k.a Yasmin si anak rapper |
| Peserta JSC #4 |
wah mupeng kayaknya seru, seumur-umur camping pun ga pernah tidur di dalem tendanya uhuhuhu.
ReplyDelete