“PANCASILA. Satu, Ketuhanan Yang Maha Esa.”
Saya tinggal di Indonesia, negara yang selalu dibanggakan multikultiralisme-nya oleh para finalis Puteri Indonesia. Mulanya saya merasa senang berada di sini sejak lahir, sampai akhirnya saya menyadari bahwa negara ini sakit. Sakit minta ampun dan siap untuk ditenggelamkan.
Ke-esa-an Tuhan diletakkan di deret pertama Pancasila, tapi saya sedih atas penilaian mutlak tentang siapa yang salah. Saya jenuh dengan deretan mobil polisi setiap tahunnya seolah-olah ada ancaman rutin. Saya takut keluar rumah dan mati ditembak. Justru Indonesia—yang mengakui bahwa Tuhan itu esa—lah yang membuat saya berpikir kalau-kalau Tuhan tidak esa.
wow! cetaaarrrr
ReplyDeletehaha maaf ini postingan ngga pake pikir panjang
DeleteYang spontan justru itu yang jujur mb. Tp bukan berarti yang ga spontan itu ga jujur ehehe :p
ReplyDelete