Ah, Bapak ini banyak bicara.
Dengan banyak bicara, kaum muda hanya akan menjadi kaum pendemo; berlagak peka akan kondisi sosial, tapi hanya bisa melakukan protes. Itu contoh konkret banyak bicara, Pak.
Kalau kaum muda hanya dikasih nasehat, ya begitu jadinya. Nasehat itu, Pak, cuma suntikan kata-kata. Terkesan baik, tapi hanya dijadikan senjata oleh para provokator.
Abaikan itu Bapak-bapak. Nggak perlu lah muluk-muluk mikir negara. Negara sudah ada yang mikirin. Kamu kira Presiden kerjaannya apa? Heroik sekali kamu mikir negara. Pikir dirimu sendiri dulu, karena kamu adalah bagian dari negara.
Selamat menggali potensi terbaikmu, kaum muda. Semoga berguna bagi nusa dan bangsa, seperti doa bagimu sewaktu kamu lahir.
No comments:
Post a Comment