Maka ijinkanlah aku mencintaimu ♬
Suara merdu terdengar dari atas panggung. Meskipun tirai masih ditutup, para penonton sadar bahwa yang ada di hadapan mereka adalah sang idola. Teriakan pun mulai memenuhi gedung konser, "GLENN FREDLY! GLENN FREDLY!"
Nggak inget deh konser Glenn Fredly yang mana, yang jelas, beberapa menit sebelum open gate saya harus nuntun motor dari kampus ke kos Adisty. Ya ini nih yang namanya bego; tas ketinggalan di kampus. Iya, tas gede gitu beserta seluruh isinya, termasuk kunci motor.
Setelah parkir motor pun nggak pake istirahat, tapi segera beralih ke Taman Budaya Yogyakarta, di mana konser Glenn Fredly akan digelar. Pertama kalinya datang ke konser tanpa mandi, saya harus bilang terima kasih kepada penemu minyak wangi.
***
Nggak inget deh konser Glenn Fredly yang mana, yang jelas, beberapa menit sebelum open gate saya harus nuntun motor dari kampus ke kos Adisty. Ya ini nih yang namanya bego; tas ketinggalan di kampus. Iya, tas gede gitu beserta seluruh isinya, termasuk kunci motor.
Setelah parkir motor pun nggak pake istirahat, tapi segera beralih ke Taman Budaya Yogyakarta, di mana konser Glenn Fredly akan digelar. Pertama kalinya datang ke konser tanpa mandi, saya harus bilang terima kasih kepada penemu minyak wangi.
***
"WE WANT MORE! WE WANT MORE!" pinta penonton usai Glenn Fredly berpamitan. Beberapa kru mulai mengangkat beberapa barang di atas panggung. Namun tak lama kemudian, Glenn Fredly muncul kembali dengan kaos putih (PS. Saya ingat kemeja yang ia kenakan sebelumnya basah di bagian ketiak). Lagu terakhir, lagu kesayangan, You are My Everything.
Ini beneran? Maaf.
ReplyDeletebeneran hahaha. why sorry??
Delete