Mbak Intan berdiri di depan pintu kamarku.
"Kamu sendiri?"
"Kamu sendiri?"
"Enggak, ada temenku."
"Loh, lha di mana?"
"Lagi di kamar mandi tuh."
"Ooh...," jawabnya sambil masuk dan duduk di atas kasur. "Lisa, aku pengen cerita," lanjutnya.
"Ya cerita aja, mbak.."
"Aku udah nggak tahan lagi. Aku harus cerita."
"Iya.. Apa?"
"Tapi kamu jangan bilang siapa-siapa ya."
"Iya iya.."
"Aku lesbi."
"Ha?! Kamu yakin?"
"Iya, dan aku sukanya sama Ela."
Kaget bukan kepalang. Iya sih mereka sering keluar bareng, tapi nggak nyangka aja sampe kayak gini.
"Kamu yakin mbak?"
"Iya."
"Kok kamu tiba-tiba bilang gini?"
"Aku udah nggak kuat, Lisa.."
"Terus Mas Jathy dan mas-mas lainnya?"
"Nggak tau.. Mungkin aku biseksual."
"Gini mbak, aku sih netral soal ginian, soalnya temenku juga ada. Tapi hmm... temenmu ada yang lesbi juga? Ini nggak selalu bawaan lahir. Bisa jadi karena pergaulan."
"Ya ada, tapi aku nggak deket sama mereka."
"Aku masih shocked ini, mbak..."
"Aaaa... Lisa, give me a hug..."
Dia lagi pake kemben waktu itu. Karena dia udah nyosor, ya dengan nahan rasa geli aku pun peluk dia.
"Aku kasian sama kamu," bilangnya sambil lepas pelukan.
"Kok malah kamu yang kasian sama aku?"
"Soalnya ini... APRIL MOP!"
No comments:
Post a Comment