Pertunjukan musik secara live sang musisi kesayangan selalu menjadi saat yang ditunggu penikmatnya. Bayar mahal aja rela, apalagi gratisan, kayak pertunjukan semalam. Penonton hanya diminta sumbangan sukarela. Teman saya cukup merogoh kocek Rp5.000,- dari dompetnya. Lima ribu rupiah untuk menyaksikan The Trees and The Wild, band yang selama ini saya tunggu-tunggu kehadirannya.
Sayang disayang, sekian kali saya nonton pertunjukan band alias konser alias gig or whatever you name it, semalam adalah yang paling nggak komunikatif. Di mata saya, The Trees and The Wild seperti hanya sekadar memenuhi panggilan job dan terkesan arogan. Atau gaya panggung mereka memang acuh tak acuh gitu? Bayangin, mereka memainkan beberapa lagu sekaligus non-stop, menyapa penonton pun enggak. Di akhir pertunjukan juga nggak ada yang minta encore. Menurut saya itu bisa merupakan salah satu tanda minimnya apresiasi penonton. Well, saya nggak tahu apakah mereka kecewa atau justru senang karena bisa segera kembali ke hotel.
Secara pribadi, saya nggak puas karena nggak satu pun lagu di album Rasuk—alasan saya jatuh cinta pada The Trees and The Wild—masuk dalam setlist. Pertunjukan kali ini mereka membawakan lagu-lagu di album kedua, yang cukup jauh berbeda dengan konsep yang mereka usung di album pertama. Sebelumnya, gaya musik mereka cenderung folk, kini berubah menjadi postrock semacam Sigur Ros. Beberapa pihak mengatakan ini terkait hengkangnya Iga Massardi yang mengubah formasi The Trees and The Wild. No, they're still good. They just do something different than they used to do.
Dua hari pasca konser, saya mencari-cari bentuk fisik album Rasuk, terutama melalui media online, tapi sampe sekarang hasilnya masih nihil. Wajar, mengingat album Rasuk dirilis pada tahun 2009. Jadi siapapun yang memiliki informasi mengenai album tersebut, tolong beri tahu saya. Bekas juga gapapa deh.
P.S. Bukannya saya nggak tahu judul yang tepat untuk postingan ini. Saya cuma nggak mau nulis judul yang tepat untuk postingan ini.
P.S. Bukannya saya nggak tahu judul yang tepat untuk postingan ini. Saya cuma nggak mau nulis judul yang tepat untuk postingan ini.
No comments:
Post a Comment