Sebelum kamu bermimpi mewujudkan pendidikan gratis, sudahkah kamu ngitung berapa anak yang butuh pendidikan? Berapa pendidik yang diperlukan? Berapa orang yang dengan ikhlas hati mau menjadi hamba Allah dan memberikan bantuan dalam bentuk apapun?
Kalo kamu sudah ngitung semua dan emang data yang diperoleh memungkinkan untuk mewujudkan pendidikan gratis, berhenti baca. Toh saya nggak akan nulis panjang-panjang.
Bersikap realistis bukan berarti nggak bisa bermimpi besar. Justru kamu harus bermimpi besar. Tapi sikap nggak realistis dan memandang terlalu jauh ke depan malah bikin kamu berharap katak bisa menyeberang sungai tanpa batu loncatan. Step by step, dear. Ada prosesnya. Dengan pikiran realistis, kamu bisa paham sama hal-hal di hadapanmu. Kamu bisa meraba-raba what's next?. Kamu bisa memperkirakan pilihan-pilihan yang muncul. And so on.
Pada akhirnya, ini bukan lagi tentang pendidikan gratis. Tapi kamu, sebagai individu, yang kemudian memunculkan tim (you won't work alone, I tell you). Tentang langkah-langkah yang harus ditempuh sebelum sampe ke tujuan. Tentang... jadi, kamu sudah sejauh mana?
great post.
ReplyDeletewhat happens with your blog? :(
DeleteComeback soon fellice, tunggu ya. :)
DeleteBukan masalah gratis atau ngga, tapi soal mutunya. Gratis tapi tidak bermutu juga ga ada gunanya toh, hehehe
ReplyDeletenah, bener banget! tapi normalnya, kalo mutu bagus ya biaya makin mahal...
Delete